Friday, September 27, 2013

Cara Self Test Printer HP dan Canon

Jika anda seorang tehnisi komputer ataupun anda yang sedang berusaha memperbaiki printer anda sendiri, mungkin trik ini akan sangat berguna bagi anda untuk mempercepat pekerjaan servis anda. Trik kali ini adalah tentang Cara Self Test Printer HP dan Canon. Dengan menggunakan trik  self test printer ini, anda tidak perlu menggunakan komputer ataupun laptop untuk melakukan test print printer HP dan Canon anda. Anda hanya cukup menggunakan konfigurasi tombol yang ada di printer anda.
Cara Self Test Printer HP D2566 :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray HP D2566
  • Hidupkan Printer HP D2566 anda.
  • Tekan tombol power dan tahan jangan di lepaskan. ( karena kalau dilepaskan printer akan mati )
  • Kemudian tekan tombol panah (resume) 4x (empat kali)
  • Kemudian lepas tombol power HP D2566 tersebut, dan HP D2566 akan melakukan self test print.
Cara Self  Test Printer HP 3325, 3535, 3744, 3920, 3940, 2466 :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray printer HP anda
  • Hidupkan Printer HP anda.
  • Tekan tombol power dan tahan jangan di lepaskan. ( karena kalau dilepaskan printer akan mati )
  • Kemudian lakukan “buka-tutup” cover printer atau tutupnya printer 4x (empat kali “buka-tutup”), jangan sampai kurang dengan kondisi terakhir printer menutup,
  • Kemudian lepas tombol power printer HP anda, dan printer HP anda akan melakukan self test print.
Cara Self  Test Printer Canon IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980, dll :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray printer Canon anda
  • Hidupkan Printer Canon anda.
  • Tekan-tekan tombol resume 4x (empat kali)  secara cepat,  jangan sampai kurang.
  • Dan printer Canon anda akan mulai melakukan self test print.
Selamat mencoba!

Printer Canon IP1980

Cara Reset Printer Canon IP1980 Secara Total

Bagi Anda yang mempunyai Printer Canon IP 1980, mungkin suatu saat akan mengalami pinter yang Anda pakai tidak bisa langsung mencetak dokumen, lampu indikator berkelap-kelip dan muncul pesan “The ink absorber is almost full”.

Solusi sementara yang mungkin Anda lakukan adalah menekan tombol RESUME seperti yang diperintahkan dalam pesan tersebut. Untuk sementara Anda bisa mencetak dokumen, tetapi kejadian ini terus berulang dan bahkan mungkin sampai printer tersebut hanya menampilkan lampu indikator yang nge-blink saja, tidak bisa ngeprint sama sekali.
Kondisi tersebut sebenarnya umum terjadi pada printer inkjet. Pada printer tersebut terdapat tempat pembuangan tinta atau biasa disebut waste ink tank, didalam tempat pembuangan ini terdapat bahan semacam busa (ink absorber) untuk menyerap tinta buangan dari Catridge, misalnya ketika printer melakukan proses cleaning head.
Untuk mencegah melubernya tinta buangan tersebut, maka pihak pabrikan membuat semacam counter yang akan menghitung jumlah print out dari printer, ketika telah mencapai batas tertentu itulah kondisi “waste ink tank full” atau “ink absorber is full” terjadi dan biasa ditandai dengan indikator LED yang kelap-kelip.
Untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa melakukan dengan cara mereset printer secara manual atau dengan menggunakan tool resetter printer. Kekurangan dari mereset printer secara manual yaitu ketika listrik mati akan terjadi lagi kondisi “ ink absorber full” atau semacamnya dan printer harus di-reset kembali.
Dalam artikel ini saya akan coba berbagi pengalaman tentang cara mereset Canon IP1980 secara total dengan cara manual dan dilanjutkan dengan menggunakan tool resetter sehingga printer bisa normal kembali.
Cara Reset Canon IP1980 Secara Total
  1. Download terlebih dahulu General Tool Canon IP1900 series, Anda bisa mendownloadnya disini
  2. Matikan Printer, lalu lepaskan kabel power
  3. Sambil menekan tombol ON pasang kembali kabel power
  4. Masih tetap menekan tombol ON, tekan 2x tombol RESUME
  5. Lepaskan kedua tombol.
  6. Dalam tahap ini printer dalam kondisi temporary reset dan untuk meresetnya secara total, jalankan aplikasi General Tool Canon IP1900 yang telah Anda download.
  7. Tunggu sejenak sampai program mendeteksi adanya printer seperti terlihat pada gambar dibawah.
  8. Setelah printer terdeteksi, centang pilihan EEPROM Clear dan klik tombol Test Pattern 1
  9. Masukan kertas kosong karena printer akan segera melakukan print test.
  10. Setelah printer selesai ngeprint, klik tombol Main dan Platen kemudian klik tombol Quit untuk keluar.
Sekarang Anda telah melakukan reset  Canon IP1980 secara total. Untuk mencobanya silahkan matikan printer kemudian nyalakan lagi, klo Anda berhasil maka printer akan kembali normal dan bisa dipake untuk ngeprint kembali tanpa terganggu pesan error seperti diatas.

Cara Mengatasi Canon iP2770 Error 5200


Printer Canon iP2770 merupakan printer ekonomis keluaran terbaru dari vendor Canon. Sebagaimana saudara-saudaranya sebelumnya, printer Canon iP2770 ini juga tidak luput dari masalah error yang akhir-akhir ini mulai muncul dan banyak diperbincangkan terutama di dunia maya.
Salah satu masalah printer iP2770 ini adalah keluar error 5200 pada saat akan mulai proses print. Dan kalau dihitung jumlah blinkingnya yaitu 8x orange 1x hijau. Bagaimana cara mengatasinya?
Indikasi iP2770 error 5200 :
Pada saat printer iP2770 dihidupkan, printer ini akan melakukan inisialisasi ditandai dengan berkedipnya led hijau sampai led hijau menyala penuh. Printer iP2770 ini kelihatan normal dengan menyalanya led hijau ini. Tapi pada saat dilakukan print test ataupun print dokumen, tiba-tiba printer berhenti dan muncul error 5200 di layar monitor kita. Dan printer akan mengalami blinking dengan orange 8x hijau 1x.
Penyebab iP2770 error 5200 :
Printer ini menggunakan catridge tipe PG810 untuk hitam, dan CL811 untuk catridge warnanya. Ternyata kedua catridge ini memiliki sensor tekanan temperatur. Dan apabila sensor tekanan temperatur mendeteksi salah satu catridge ternyata ada masalah, maka printer iP2770 akan memunculkan pesan error 5200. di layar monitor. Dan ternyata yang sering bermasalah adalah catridge warnanya CL811.
Cara Mengatasi Canon iP2770 Error 5200 :
Cara Pertama :
Cara ini adalah cara yang paling mudah tapi mengeluarkan banyak uang yaitu dengan mengganti catridge warna iP2770 yang error 5200 tersebut, maka masalah pun teratasi.
Cara Kedua :
  • Printer iP2770 dalam keadaan mati dengan kabel listrik terpasang.
  • Tekan tombol RESUME 2 detik dan tahan, kemudian tekan tombol POWER sampai led hijau nyala.
  • Kemudian lepas tombol RESUME, tapi jangan lepas tombol POWER.
  • Sambil tombol POWER masih tertekan, tekan tombol RESUME 5 kali. Led akan menyala bergantian orange hijau dengan nyala terakhir orange.
PENTING : jangan sampai keliru hanya 4x tekan RESUME, karena printer akan mati total, tapi sifatnya sementara. Kalau hal ini terjadi, lepas kabel USB dan kabel listrik. Diamkan selama 2-4 jam, kemudian coba printer anda.

  • Lepaskan kedua tombol bersamaan.
  • Led hijau akan berkedip  sebentar dan kemudian akan nyala penuh.
  • Dan Komputer akan mendeteksi hardware baru, abaikan saja.
  • Tekan tombol POWER, maka printer akan mati.
  • Tekan lagi tombol POWER maka printer akan nyala dan iP2770 yang tadi error 5200 sudah siap digunakan kembali.
Oya cara mengatasi iP2770 error 5200 yang kami jelaskan, sifatnya sementara sampai listrik dicabut. Jadi kalau listrik tercabut maka iP2770 akan error 5200 lagi. Dan cara mengatasinya yaitu ulangi langkah diatas.

Canon iP1880 Blink 4x Orange 1x Hijau

Cara Mengatasi Canon iP1880 Blink 4x Orange 1x Hijau

Printer iP1880 adalah printer keluaran vendor Canon yang cukup laris di pasaran. Printer Canon iP1880 ini memiliki kualitas cetak yang baik dengan resolusi cetak 4800 X 1200 dpi. Dan kecepatan cetaknya juga bagus yaitu Black Text (Normal)   = 13.3  ppm (draft) dan Photo ( 10 x 15 cm) = 72 sec /Photo.
Sedangkan kelemahan printer Canon ini sama dengan generasi pendahulunya, yaitu banyaknya proteksi yang dipasang di printer iP1880 ini oleh vendor Canon. Hal ini memang untuk mendorong pengguna agar mengganti catridgenya apabila habis tintanya. Salah satu masalah yang mungkin pernah anda alami adalah canon iP1880 blink 4x orange 1x hijau. Anda tidak perlu khawatir, blink 4x orange 1x hijau canon iP1880 ini bisa dengan mudah anda  atasi. Mau tahu caranya ?
Ok! Sebelumnya anda perlu tahu dulu ciri-ciri kerusakan printer canon iP1880 ini. Pada saat Canon iP1880 dihidupkan maka canon iP1880 akan langsung mengalami blink 4x orange 1x hijau. Dan canon iP1880 yang blink 4x orange 1x hijau ini tidak akan bisa digunakan untuk proses cetak sama sekali.
Penyebab canon iP1880 yang blink 4x orange 1x hijau ini adalah proteksi yang diberikan oleh pihak Canon terhadap catridgenya yang sudah pernah di isi ulang. Seandainya catridge habis tintanya langsung diganti dengan catridge baru, maka hal ini tidak akan terjadi.
Cara mengatasi blink 4x orange 1x hijau pada iP1880 ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun. Berikut ini caranya :
  • Hidupkan Canon iP1880 atau iP1980 yang blink 4x orange 1x hijau.
  • Tekan dan tahan tombol resume-nya antara 10-30 detik.
  • Tunggu sampai printer melakukan inisialisasi dengan ditandai bunyi proses pada canon iP1880.
  • Canon iP1880 atau 1980 yang blink 4x orange 1x hijau seharusnya sudah normal kembali dengan led hijau menyala.
  • Printer sudah siap digunakan kembali.
Demikian cara mengatasi iP1880 yang blink 4x orange 1x hijau. Cara di atas bisa digunakan juga pada printer Canon iP1980, iP1200, iP1300, iP1600, iP1700 yang mengalami blink yang sama.
Semoga bermanfaat!

Blink Pada Printer HP Deskjet D2566

Cara Mengatasi Blink Pada Printer HP Deskjet D2566

Feb 17, 2011 by Under Tips & Trik - 82 Comments  
Printer HP Deskjet 2566 adalah printer keluaran vendor HP yang harganya cukup murah dan lumayan bisa diandalkan. Sayangnya kapasitas penyimpanan tintanya di dalam catridge lebih sedikit dibanding catridge versi sebelumnya yaitu D2466 dan versi pendahulu lainnya.
Sama dengan printer lainnya, printer HP Deskjet D2566 ini pun tidak luput dari kejadian blink atau lampu indikator led berkedip terus dan printer tidak bisa digunakan. Apakah printer HP juga butuh direset dan bagaimana cara mengatasi blink pada HP D2566?
Sebenarnya printer yang membutuhkan reset baik secara manual maupun software eepromnya hanya ada 2, yaitu canon dan epson. Sedangkan untuk printer HP Deskjet termasuk D2566 maupun jenis Printer HP lainnya itu tidak membutuhkan reset, karena tidak ada proteksi terhadap board ataupun catridge printer HP ini.
Judul di atas hanya kami tulis HP D2566 saja, tapi sebenarnya berlaku juga untuk  printer HP deskjet 3535, 3420, 3920, 2466 yang mengalami blink dengan lampu power atau tinta berkedip terus. Dan bukan berarti kita harus mereset printer HP deskjet tersebut.
Blink pada HP D2566, 3535, 3420, 3920, 2466 ini merupakan tanda bahwa salah satu dari cartridge printer HP deskjet tersebut mengalami kerusakan chip dan harus diganti dengan catridge yang baru.

Cara mengatasi blink HP Deskjet D2566, 2466, 3535, 3420, 3920 :

  • Misalkan yang anda curigai rusak catridge warnanya. Ambil catridge hitamnya dan biarkan hanya catridge warna yang terpasang.
  • Kemudian hidupkan printer HP Deskjet anda.
  • Kemudian amati lampu indikator power atau tintanya, kalau Printer HP Deskjet D2566, 3535, 3420, 3920, 2466  anda masih blink berarti cartridge warnanya rusak.
  • Akan tetapi kalau lampu indikator power atau tinta nyala penuh, berarti catridge warna printer HP Deskjet anda masih bagus.
  • Kemudian ambil catridge warna dan pasang kembali catridge hitam. Berarti hanya catridge hitam yang terpasang di printer HP deskjet.
  • Kemudian hidupkan printer HP Deskjet anda.
  • Kemudian amati lampu indikator power atau tintanya,  kalau printer HP Deskjet D2566, 3535, 3420, 3920, 2466 anda masih blink lagi berarti catridge hitam anda rusak.
  • Akan tetapi jika lampu indikator power atau tinta nyala penuh, berarti catridge hitam printer HP Deskjet anda masih bagus.
  • Jadi kesimpulannya, printer HP Deskjet blink itu disebabkan oleh catridge yang rusak bukan karena minta direset.
Kalau catridge printer HP deskjet anda rusak, anda dapat mencoba membersihkan dulu pin di catridge dengan penghapus pensil. Kalau masih saja rusak atau blink, berarti anda sudah perlu untuk menggantinya.
Oya, HP deskjet bisa berfungsi hanya dengan 1 catridge, baik hitam saja ataupun yang warna saja, terserah anda.
Demikian cara mengatasi blink printer HP deskjet D2566, 2466, 3920, 3420, 3535. Semoga bermanfaat !

Mengatasi Printer epson T13 yang lagi ngebling


yahooMungkin kita merasa bingung jika waktu kerja kita tersita karena mengatasi Printer yang ngak mau jalan karena dah waktu nya di riset (tanda 2 nya lampu berwarna merah berkedip kedip)
  • 1. Langkah pertama tentunya printer epson T13 harus sudah terinstall drivernya. Untuk Download drivernya di download driver epson

  • 2. Download software resetter Epson T13 dulu. Software bernama Resetter Epson T13, anda dapat downloaddi sini Klik

  • 3. Tanggal komputer tidak perlu dirubah seperti resetter sebelumnya.

  • 4. PENTING !!! Matikan Antivirus anda, karena resetter T13 ini dideteksi sebagai virus oleh antivirus.

  • 5. Jalankan program resetter Epson T13 dengan double klik di "AdjProg.exe".

  • 6. Kemudian ikuti gambar berikut ini :
 

yahoo yahoo yahoo yahoo yahoo yahoo
"Check : digunakan untuk cek counter yang maksimal 7800 point, anda dapat melihatnya di main pad counter. Kalau lebih atau mendekati 7800 point berarti printer perlu di reset" "Initialization : digunakan untuk mereset atau mengenolkan kembali counter printer"
6. Setelah selesai matikan printer kemudian nyalakan lagi. Printer akan nyala dengan lampu berwarna hijau penuh. Berarti printer Epson Stylus T13 yang blink tadi sudah siap digunakan kembali.

nah dah selesai moga bisa membantu.moga berhasil

CARA RESET PRINTER 
Permasalahan ini mungkin memang telah banyak terjadi dan sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa printer memang usia pemakaiannya dibatasi, biasanya dengan perhitungan print out. perhitungan tersebut terekam dan diatur dalam sebuah chip EEPROM pada mainboard printer. Hal ini dilakukan oleh pihak vendor dengan alasan untuk menjaga kelebihan tinta diluar daya tampung bak tinta (biasanya untuk printer model sekarang menggunakan sejenis bahan dari busa khusus pada bagian bawah printer) sehingga tinta tidak meluber keluar printer atau bahkan dapat menyebabkan hubungan singkat (korsleting) terhadap komponen-komponen yang ada di dalam printer tersebut. Tapi permasalahannya sekarang adalah apakah cara tersebut efektif dilakukan melihat kenyataan peringatan bak tinta yang penuh tersebut tidak sesuai dengan kenyataan bahwa bak tinta memang telah benar-benar penuh? atau mengapa tidak memprogram untuk menampilkan peringatan tersebut bila seandainya print out memang telah mencapai bilangan tertentu tapi konsumen tetap dapat menggunakan printernya dengan resiko yang ditanggung oleh mereka setelah diberitahukan bahwa kemungkinan resiko apa saja yang akan mereka hadapi bila seandainya printer tersebut dipaksa untuk tetap melakukan print out? Atau mungkin cara terbaik (yang kemungkinan mustahil) adalah dengan mendesain printer dengan suatu bagian yang dapat dibuka/ditutup untuk mengeluarkan dan membersihkan bak penampungan tinta sehingga konsumen dapat membersihkan/membuang tinta sendiri?.

Diluar pertanyaan dan permasalahan tersebut diatas, ada banyak faktor dan alasan yang mungkin akan muncul ke permukaan. Dari sisi produsen, konsumen dan toko-toko/tempat reparasi printer yang mungkin akan saling tumpang-tindih kepentingan.

Bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan bagi konsumen sekarang? itu adalah hal penting yang harus dipikirkan. Beberapa situs telah menawarkan cara untuk menanggulangi hal ini. Mulai dari cara manual hingga menawarkan software untuk me-reset ulang chip EEPROM hingga menjadi Nol lagi.
Anda bisa melakukan reset manual dengan cara sebagai berikut:

1. Cabut kabel power printer (kabel yang menghubungkan printer dengan listrik)
2. Tekan tombol "Power On"dan tahan jangan dilepas langsung pasang kembali kabel power printer
3. Setelah kabel terpasang, tombol "Power On" masih belum dilepas (tertekan) lalu tekan tombol Resume 2 kali 
4. Lepas semua (tombol Power dan Resume).
5. Anda bisa menggunakan printer anda sekarang.

Kelemahan cara manual ini adalah bila kabel power dicabut/dilepas atau padam listrik, maka anda harus mengulangi prosedur di atas untuk dapat menggunakan printer anda kembali. Untuk mengatasi hal tersebut, solusinya adalah dengan menggunakan Software Reset sesuai dengan jenis Printer yang akan di Reset.


CARA MENGGUNAKAN SOFTWARE RESET PRINTER ( RESET PERMANEN )

Untuk Reset permanen adalah dengan menggunakan Software Resetter, dan software reset tersebut harus sudah ter instal di dalam komputer. sehingga cara reset ini dengan menggunkan komputer sebagai alat untuk menjalani progam Reset tersebut. Sebelum mereset sebaiknya ganti dulu absorbernya / busa, atau untuk menghemat biaya bisa juga dengan cara membersihkan dulu absorbernya/busa yang berada di dasar printer, dengan cara membuka printer. Lalu, bagaimana cara melakukan pembersihan bak tinta secara manual? Jawabnya, bisa saja...tapi hal-hal yg perlu anda pertimbangkan adalah: coba anda celupkan kapas/kain ke dalam tinta. kemudian apa yang terjadi bila anda coba membersihkan dengan air? air akan menjadi sangat kotor, begitu pula dengan anda. Sangat sulit membersihkan kain/kapas yang terkena tinta. Apalagi kapas yang bila setelah terkena air akan sulit untuk kembali pada bentuk aslinya. Begitu pula dengan busa penampung tinta pada printer. Bila anda mencoba untuk membersihkannya, selain sangat merepotkan juga sedikit banyak akan mempengaruhi daya serap busa tersebut (karena pada awalnya busa tersebut merupakan bahan yang memiliki daya serap tinggi). Tetapi walaupun demikian busa yang telah di bersihkan tetap bisa digunakan dengan cara setelah di cuci dan di keringkan, dengan cara menjemur busa di tempat panas. Setelah di nyatakan kering busa siap dipasangkan pada printer seperti semula. Langkah selanjutnya printer sudah siap untuk di reset dengan menggunakan Software Reset sesuai dengan printer yang akan di reset.
Sebagai Konsumen, kita hanya bisa berharap untuk ke depannya pihak produsen akan mendesain sebuah printer yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan konsumen dari berbagai segi, salah satunya usia pemakaian printer.

Cara Reset Ink Level Epson L100, L200, L800

Cara Reset Ink Level Epson L100, L200, L800 tanpa SN ID Tinta

Anda Pengguna Epson L100, L200, atau L800 ? Trik Kang Eko kali ini patut anda coba. Pengalaman kali ini adalah tentang Cara Reset Ink Level Epson L100, L200, L800 tanpa SN ID Tinta. Mari langsung ke TKP.

Printer Epson Seri L100, L200, L800 adalah printer infus resmi dari vendor Epson. Jika Ink Level Epson L100, L200 atau L800 menunjukkan posisi kosong / empty, maka biasanya Anda harus memasukkan SN ID Tinta Epson yang tertera di botol Tinta Epson.


Trik Kali ini adalah tentang Cara Reset Ink Level Epson L100, L200, L800 tanpa SN ID Tinta. Jadi anda tidak perlu lagi memasukkan SN ID Tinta Epson ketika Ink Level L100, L200, L800 menunjukkan posisi kosong / empty.




Cara Reset Ink Level Epson L100, L200, L800 tanpa SN ID Tinta :
  • Download Program Reset Ink Level Epson L100, L200, L800  ===> DI SINI
  • Extract File Reset Ink Level Epson L100, L200, L800 dengan menggunakan 7 ZIP. Jika belum punya silahkan Download  ===> DI SINI.
  • Program reset Ink Level ini namanya WIC Reset Utility. Instal program tersebut di komputer anda. Caranya : double klik WIC(x32).exe => Next 4x => Install => Finish.
  • Setelah itu Jalankan WIC Reset Utility yang telah anda install. Jangan lupa Printer anda harus dalam keadaan ON dan terkoneksi dengan komputer.
  • Perlu di ingat : Program WIC Reset Utility hanya bisa mereset Ink Level Epson L100, L200, L800 yang sudah kosong yang ditandai dengan tanda "SERU". 
  • Setelah WIC Reset Utility di buka, pilih jenis printer epson anda. Kemudian Klik Reset Inks ==> Continue : klik YES ==> Klik Done. 


  • Setelah itu, Matikan Epson L100, L200, L800 anda. Dan kemudian hidupkan kembali, maka Ink Level Epson anda akan ter reset dan kembali FULL tanpa harus memasukkan kode SN ID Tinta Epson Original.

Saturday, April 13, 2013

Equalizer

      Apa yang Dimaksud Dengan Equalizer

Equalizer adalah alat yang dapat digunakan untuk menyamakan suara speaker mendekati sumber aslinya atau mengembalikan suara speaker seperti suara aslinya. Banyak orang salah mengartikan fungsi equalizer, mereka menggunakannya untuk mengangkat frekuensi-frekuensi tertentu yang sebenarnya tidak perlu diangkat, atau bahkan mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tidak perlu dikurangi. Mengapa demikian? Sebenarnya equalisasi sangat tergantung dari rasa seni seseorang dan respon telinga orang yang mengoperasikan peralatan sound system.

Supaya kita dapat men-eq system dengan baik, maka sebelum kita menggunakannya kita perlu memahami kerja eq terlebih dahulu. Parameter apa saja yang dapat kita ubah pada equalizer? Tombol apa saja yang terdapat pada equalizer? Dan bagaimana cara menggunakannya? Inilah pertanyaan yang akan dilemparakan orang ketika akan menggunakan equalizer, tombol-tombol tersebut adalah :

• Gain / level, adalah tombol yang digunakan untuk menambah atau mengurangi frekuensi yang kita inginkan.
• Low pass / High pass, adalah tombol yang digunakan menghilangkan frekunsi-frekuensi di bawah atau di atas frekuensi yang kita set.
• Q / Bandwidth, adalah tombol yang digunakan untuk memperlebar atau mempersempit kurva equalizer.
• Frequency, mengubah frekuensi sehingga mencapai frekuensi yang kita inginkan.
• Volume gain / make up gain, adalah tombol yang digunakan untuk menambah atau mengurangi level suara yang keluar dari equalizer.

Ada bermacam-macam jenis equalizer sesuai dengan jenis dan penggunaannya. Berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi :

1.1. Parametrik equalizer

Kurva equalizer ini dapat kita geser dan rubah bentuk kurvanya, dengan kata lain semua parameter (ukuran) yang ada dapat kita rubah. Parameter yang dapat kita ubah adalah :

• Gain, untuk mengurangi atau menambah kurva parametrik yang kita inginkan, besarnya diukur dalam dB.
• Q, adalah besaran yang digunakan untuk memperlebar atau mempersempit kurva parametrik sesuai dengan yang kita inginkan, besarannya pada umumnya menggunakan skala 0,1 hingga 10.
• Frekuensi, frekuensi pada equalizer parametrik dapat kita geser hingga mencapai frekuensi yang kita inginkan.
Bentuk kurva pada parametrik equalizer ada 2 :
• Shelving, bentuk kurva ini memiliki puncak pada bagian akhir frekunsi rendah maupun frekunsi tinggi dari spektrum frekuensi yang kemudian mendatar hingga akhir frekuensi. Seperti hi-shelving, akan mengangkat puncak frekuensi 12 kHz, dan low-shelving akan mengangkat frekuensi 80 Hz pada umumnya. Beberapa eq menyediakan fasilitas untuk kita dapat mengubah frekuensi pada puncak kurva.
• Bell shape, bentuk kurva pada equalisasi ini adalah seperti lonceng, pada umumnya parametrik murni akan menggunakan bentuk equalisasi ini.

1.2. Grafik equalizer

Equalizer yang hanya dapat kita tambah dan kurangi pada frekuensi yang sudah ditetapkan oleh pabrik, biasanya berdasarkan besarnya oktav. Yang umum beredar di pasaran adalah 1/3 oktav (31 titik frekuensi) dan 2/3 oktav (15 titik frekuensi). Grafik equalizer dapat kita bagi dalam beberapa jenis.

• Constant Q, bentuk kurva (Q) grafik eq ini tetap walaupun gain hanya di ubah sedikit ataupun banyak.
• Variable Q, bentuk kurva grafik eq ini tidak tetap, tergantung dari berapa bayak kita mengangkat gain.
• Bandpass filter parameter, bentuk kurva tetap dan gain tetaphanya frekuensi yang dapat kita geser.
• Perfect Q, adalah grafik eq analog tapi diproses secara digital, mirip dengan constant Q hanya lebih akurat.

1.3. Filter

Pada umumnya orang tidak memasukkan filter sebagai jenis equalizer oleh karena cara kerjanya yang mirip dengan crossover. Tetapi menurut saya filter dapat pula membantu kita mengurangi frekuensi yang tidak kita inginkan, sehingga dapat pula kita masukkan sebagai salah satu jenis equalizer.

Contoh dari eq ini adalah switcable highpass dan switcable lowpass, Highpass filter sangat berguna untuk mengurangi suara pop pada microphone. Sedangkan lowpass dapat membantu kerja driver suara tinggi agar tidak bekerja berlebihan sebagai akibat frekuensi tinggi yang sebenarnya tidak terdengar, tetapi merusak.

2. Kegunaan dari Eq

Sekali lagi jangan kita salah langkah dalam menggunakan eq, karena itu harus kita memahami apa saja kegunaan dari eq. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari kegunaan eq :

• Mengurangi feedback.
• Menambah frekuensi yang kita inginkan pada saat sistem bersuara kecil, dan mengurangi frekuensi yang tidak kita inginkan pada saat kita mengangkat volume / gain lebih keras.
• Membantu respon ruangan terhadap suara, setiap ruang tidak memiliki respon yang sama terhadap suara. Walaupun kita memasang speaker dan peralatan yang sama dengan tempaat lain.
• Side chain / dynamic eq.
• Memperbaiki kerja speaker.

3. Berpikir Dua kali sebelum meng-eq system

Orang cenderung menggunakan equalizer sebagai dewa penyelamat, mereka sangat berharap eq dapat menyelesaikan masalah mereka. Tidak jarang sound engineer membeli eq yang harganya puluhan juta! Hanya karena sugesti bahwa alat tersebut dapat membantu mereka menyelesaikan masalah yang terjadi dengan sistem mereka. Saya adalah orang yang paling anti menggunakan eq, sebelum masalah-masalah di bawah ini selesai terlebih dahulu :

2.1. Ruangan

Ruangan akan menjadi pembatas kita dalam meng-eq system, setiap ruang memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Jangan sekali-kali kita menyama ratakan setiap ruangan, dan mengidolakan suatu bentuk setting eq. Jangan mimpi suara rendah dapat keluar dari speaker pada ruangan yang penjangnya 4m, karena panjang gelombang suara rendah tidak dapat beresonansi dengan baik. Atau sebaliknya kita berharap suara rendah sub dapat terdengar dari jarak puluhan meter dengan jelas, karena daya rambat suara rendah yang terbatas.

Permasalahan utama di dalam ruangan adalah geometri ruangan itu sendiri (ukuran), baik jumlah jendela, luas dinding, dan di mana letak benda-benda tersebut. Meng-eq di dalam ruangan perlu berhati-hati oleh karena pantulan dapat mengaburkan frekuensi mana yang seharusnya kita ubah.

2.2. Letak speaker

Jangan bermimpi mendengar suara sub yang solid jika kita menaruhnya di kiri dan kanan panggung. Suara rendah mutlak harus berasal dari satu sumber. Peletakkan yang berpencar akan mengakibatkan efek yang disebut power alley (lorong tenaga). Eq dapat menolong? Tentu saja tidak, bahkan menambah besar jarak antar lorong tenaga tersebut

2.3. Tidak seragamnya waktu tempuh antar komponen speaker

Ini adalah ilmu yang dikembangkan sejak pertengahan tahun 1980an, hanya saja peralatan pendukungnya pada saat itu masih sangat mahal. Saat ini dengan kemajuan komputer dan harga komputer dan software-nya semakin murah, membuat peralatan digital pendukung penyetelan speaker semakin murah pula, sehingga kenyamanan orang mendengar speaker bersuara rapih semakin bertambah.

Mengapa waktu tempuh antar komponen berbeda, ini cerita yang cukup panjang yang akan kita bahas dilain waktu. Hanya saja jika kita meng-eq sistem yang tidak di seragamkan waktu tempuh antar komponen speaker maupun antar speaker, ini merupakan usaha yang sia-sia, karena sistem anda tetap berisik dan suaranya tetap berbalap-balapan.

2.4. Kabel (jenis dan panjang kabel)

Orang bule saja tidak percaya kalau kabel dengan merek, jenis, dan panjang yang berbeda akan menghasilkan suara yang berbeda. Saya belajar perkabelan sejak hampir 10 tahun lalu, dan saya temukan bergam respon kabel dan beragam pula hasilnya. Kita tidak perlu meng-eq sistem kita terlalu banyak apabila manajemen kabel kita baik.

2.5. Karakter alat

Setiap alat memiliki karakter suara yang berbeda-beda, jangan berharap ala-alat murah dapat di eq menjadi baik. Mohon diingat bahwa semua alat sound memiliki karakter suara yang berbeda-beda dan tidak semua produk memiliki suara yang baik.

2.6. Banyaknya microphone yang terbuka (NOM = number of open microphone)

Harap diingat pada saat meng-eq feedback bahwa setiap bertambahnya 1 buah microphone akan menambah 3 dB pada gain system. Semakin banyak microphone yang berbunyi akan semakin besar pula kemungkinan feedback.

2.7. Penyimpangan fasa (phase shifting)

Penyimpangan fasa justru terjadi sebagai akibat terlalu kita terlelu banyak meng-eq, atau bahkan menggunakan kabel unbalance yang sangat panjang.

2.8. Jarak posisi anda mendengar dari speaker

Jarak kita mendengarkan speaker akan mempengaruhi penilaian telinga kita terhadap apa yang akan kita eq. Ingat bahwa di udara juga terjadi hambatan.

2.9. Umur speaker

Saya pernah bersam-sama Sony dan Thomas mendemokan speaker di BATS di hotel Shangrila di Jakarta 3 tahun yang lalu. Produk tersebut sudah terkenal dengan suaranya yang cukup kencang tapi masih eanak didengar. Ternyata waktu kami pasang suaranya agak kasar dan Sony pun heran “....... biasanya suara suaranya tidak begini nih!”. Kejadian yang sama terulang ketika saya memasang speaker dengan merek yang sama untuk OB Van radio Dahlia, ketika kami coba suara yang sama kembali terdengar, kami mencoba meng-eq-nya dengan susah payah. Saya baru teringat bahwa speaker tersebut baru saja kita keluarkan dari dalam dusnya, he, he, he, ......speaker ada indreyen-nya juga ya. Tidak mungkin keluar dari dus kita harapkan suaranya jadi bagus. Masalah ini kita bahas lain waktu.

2.10. Suhu dan kelembaban

Jangan berharap kita dapat meng-eq di ruangan yang tidak konstan suhu dan kelembabannya. Mengapa? Pada suhu rendah suara tinggi dan rendah akan terdengar lebih kuat dibandingkan dengan pada suhu tinggi, ini disebabkan pada suhu tinggi kelembaban akan bertambah. Bertambahnya kelembaban akan menambah pula hambatan bagi suara di udara.
Jangan sekali-kali meng-eq dalam kondisi suhu ruangan yang panas atau ac belum dinyalakan. Karena pada saat ac dinyalakan suhu udara akan turun dan suara tinggi akan kembali terdengar dengan jelas.

2.11. Respon telinga operator sendiri

Banyak operator memiliki selera sendiri, bahkan tidak sedikit operator bahkan pemain musik digereja menyetel eq 1/3 oktaf mereka seperti “disco smile”. Kedua ujung frekuensi eq diangkatdan semakin menurun pada bagian tengahnya.
Jika operator sound di gereja memilih menyetel dengan seleranya sendiri, sebaiknya operator tersebut belajar mendengar suara “standard” yang baik. Camkan kata-kata ini “Gereja bukan milik sekelompok orang, atau bukan hanya dimiliki satu orang”.

Interaksi antara ruangan dan suara dari speaker adalah kasus yang sukar di selesaikan. Jalan keluarnya adalah hanya dengan memposisikan kembali speaker ketempat yang seharusnya.

4. Kesimpulan

Agar dalam meng-eq system, dapat memperoleh hasil yang baik dan maksimal, maka kita harus mampu menemukan masalah dalam sistem kita yang belum seimbang / harus di-eq. Memang eq dapat membantu mengurangi beberapa titik feedback dan sedikit membantu respon speaker terhadap ruangan.


 Jenis-Jenis Kabel
Kabel untuk sound system tidak sesederhana yang kita pikirkan, banyak jenis, ragam, dan penggunaannya. Untuk menyambungkan microphone saja, terdapat beberapa jenis kabel, sangat jarang orang yang mengetahui dan mempelajarinya. Untuk itu marilah kita pelajari bersama-sama jenis kabel-kabel tersebut sebagai berikut ini :

1. Kabel Microphone

Kabel untuk microphone terdiri dari 2 jenis, demikian pula dengan kabel balance, yaitu kabel microphone standard dan kabel microphone quad. Kabel microphone standard terdiri dari 3 kabel yaitu shield (ground / pelindung), kabel untuk kutub positif, dan kabel untuk kutub negatif. Sedangkan kabel microphone quad di dalamnya berisi 5 kabel yaitu sheild, 2 kabel untuk kutub positif, dan 2 kabel kutub negatif.

Kabel standard microphone dari Canare seperti L2-T2S terdiri dari 2 buah kabel dalam yang berwarna biru dan putih. Isi dari kedua kabel tersebut masing-masing terdiri dari 60 buah kawat tipis. Kabel ini dibungkus kembali dengan rajutan kawat yang cukup rapat, dapat menolak noise dari luar, dan memiliki fleksibilitas yang baik. Lapisan plastik pembungkus luar kabel terbuat dari PVC (Polyvinly Chlorida), demikian pula untuk pembungkus kedua kabel bagian dalamnya.

Untuk mereka yang baru belajar menyolder kabel, kabel ini adalah kabel yang cukup baik dan tahan panas solder. Sehingga orang yang baru belajar menyolder tidak perlu khawatir lapisan kabel tersebut meleleh karena terlalu lama menempelkan solderan. Tetapi jika terlalu lama tetap akan meleleh juga. Selain itu kabel balance atau kabel microphone diberi tambahan benang-benang katun sebagai filler / pengisi dan penguat kabel.



Kabel microphone Canare L2-T2S



Klotz MY206

Kabel microphone quad dibuat untuk digunakan pada lingkungan yang cukup tinggi noise pada lingkungan tempat kabel ini digunakan. Harga kabel ini lebih mahal dari kabel microphone standard, tetapi memiliki daya tolak noise yang lebih besar pada saat kabel ditarik cukup panjang. Noise timbul sebagai akibat induksi di antara kabel positif dan kabel negatif itu sendiri, oleh karena bentuknya yang quad induksi tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Ditambah lagi diameter kabel positif dan kabel negatif manjadi lebih besar. Kabel ini dapat kita manfaatkan untuk tarikan hingga mencapai panjang 100 m.



Kabel microphone quad Canare L4-E6S



Kabel microphone quad Klotz SQ422

Untuk kabel microphone dalam bentuk kabel snake, bentuknya mirip dengan beberapa kabel microphone yang kita gabungkan dan diberi bungkus kembali. Kabel snake ada yang ditujukan untuk penggunaan mobile dan ada juga yang ditujukan untuk instalasi secara permananen. Perbedaan yang mendasar pada kedua kabel ini dapat kita baca pada bagian berikutnya.



Kabel snake untuk di lapangan

2. Kabel Balance Untuk Instalasi

Kabel balance untuk instalasi tidak berbeda jauh dari kabel microphone dalam bentuk, ukuran, dan isi bagian dalamnya. Yang membedakannya hanyalah bahan pembuat bunggkus luar kabel yang lebih keras dan pelindungnya (sheilding) berupa aluminium foil. Pada kabel ini biasanya kabel untuk ground dibuat tersendiri dalam bentuk kawat yang dililit. Mengapa digunakan aluminum foil? Karena kabel ini ditujukan untuk mampu menolak pengaruh gelombang magnetik dan gelombang radio hingga mencapai 100%. Sedangkan pada kabel microphone biasa hanya dijamin mencapai 94% saja.

Selain itu agar kabel-kabel ini kuat menahan gaya tarik pada saat instalasi sedang berlangsung. Untuk dapat menahan gaya tarik yang kuat ini maka ditambahkan pula serat-serat pengguat seperti pada Canare L4-E6AT dan Canare L4-E5AT. Serat-serat penguat tersebut terbuat dari kevlar yang sanggup menahan gaya tarik yang cukup besar.



Kabel instalasi quad dengan penguat kevlar di tengahnya, Canare L4-E6AT

Kabel snake untuk instalasi mirip dengan kabel balance instasai yang kita gabungkan. Perbedaannya dengan kabel snake untuk mobile hanya pada sheild-nya yang menggunakan aluminium foil, sedangkan pada kabel snake mobile menggunakan rajutan kawat



Snake cable untuk instalasi



Kabel untuk instalasi antar rak.

3. Kabel Unbalance

Kabel ini mungkin tidak aneh untuk orang pada umumnya, oleh karena sebagian besar kabel hi-fi, kabel untuk radio, dan kabel untuk video berbentuk seperti ini, yang kita sebut sebagai kabel coax. Hanya saja untuk sound kabel jenis ini bagian tengahnya berupa serabut, bukannya solid seperti kabel untuk radio maupun video pada umumya.

Hanya saja pada pembungkus bagian tengahnya masih terdapat lapisan pembungkus bagian luar, pembungkus ini yang terbuat dari bahan karbon sebagai bahan pelindung yang bersifat konduktif. Sehingga pada saat kita menyoldernya kita harus berhati-hati agar turut pula mengupas lapisan tipis ini.



Kabel unbalance untuk instrumen

Untuk apa kita harus membuangnya? Karena jika pelindung tipis berwarna hitam ini menyambung dengan tembaga pada bagian tengahnya maka kabel yang kita solder akan mengalami gejala-gejala seperti konsleting.

Kabel ini adalah kabel OFC dengan diameter 18 AWG (American Wire Gauge) khusus untuk menyambungkan alat-alat unbalance. Kabel ini memiliki kapasitansi dan tahanan yang rendah sehingga mampu meloloskan sinyal hingga 50 kHz. Sehingga suara pick up gitar yang jernih dan jelas walaupun kita menggunakan kabel unbalance ini dalam jarak yang cukup panjang. Kombinasi antara sheild tembaga dan lapisan karbon dapat melindunggi kabel dari suara-suara noise microphonic (noise yang sangat kecil) yang tidak kita inginkan. Noise ini umumnya datang dari cube-cube yang volumenya kita set besar. Anehnya kabel ini direkomendasikan juga untuk kabel speaker penghubung antara head ampli dan kabinetnya.

4. Kabel Balance Untuk Antar Alat atau Wiring di Dalam Rak

Kabel ini hanya merupakan bentuk penyederhanaan dari kabel microphone standard. Kabel ini hanya ditujukan untuk tarikan jarak dekat, dan tanpa beban tarikan yang cukup berat. Biasaya kabel ini memiliki harga yang cukup murah, sebagai contoh Belden 8760, Belden 8761, dan Canare L2-B2AT. Isi kabel juga tanpa dilengkapi dengan filler atau benang pengisi dan penguat kabel.

5. Kabel Speaker

Beberapa orang menganggap kabel speaker amat tidak penting, diganti dengan kabel listrik pasti juga menyala. Memang benar demikian, hanya saja pendapat ini tidaklah semuanya benar.

Kabel speaker justru memiliki tahanan yang cukup besar, sehingga bahan pembuatnya harus benar-benar tembaga murni. Memang benar arus yang mengalir pada kabel speaker adalah arus AC atau sama dengan listrik pada colokan listrik kita. Hanya saja arus yang menalir di dalam kabel ini tidak konstan, dan memiliki dinamika. Berbeda dengan speaker Toa atau ceilling di supermarket yang menggunakan arus konstan sehingga bisa dikirim jauh tanpa distorsi.

Dari tabel di bawah ini kita bisa baca berapa banyak pengurangan sinyal jika kita menarik kabel speaker Canare sepanjang yang kita inginkan. Kita juga tidak boleh melupakan apa yang akan terjadi kalau kita menarik kabel speaker dengan jarak yang panjang.

Untuk memudahkan penghitungannya Canare telah membuatkan tabel yang kurang lebih dapat kita gunakan sebagai patokan pada saat kita menarik kabel speaker. Tabel tersebut sebagai berikut :

Model Tahanan Sepasang Konduktor (ohm/100m) & Penampang melintang dalam mm Tahanan Konduktor (ohm/100m) untuk arus kembali Panjang kabel / damping faktor

4S6 1,87 / 1,0 mm² (AWG 17) 3,7, untuk DF 20 9,5 m, untuk DF 50 3,0 m
4S8 0,75 / 2,5 mm² (AWG 14) 1,5, untuk DF 20 23,3 m, dan untuk DF 50 7,3 m
4S11 0,34 / 1,0 mm² (AWG 11) 0,87, untuk DF 20 40,2 m, dan untuk DF 50 12,6 m

Semua nilai dihitung berdasarkan asumsi output power amplifier pada 0,05 ohm
DF 20 adalah damping factor hanya diperuntukan untuk penggunaan pidato saja, sedangkan DF 50 adalah nilai yang dibutuhkan untuk musik dengan band lengkap. Jadi damping faktor akan ditentukan oleh bentuk dan panjang kabel speaker. Untuk lebih jelasnya akan kita bahas pada bagian kedua artikel ini.

Bahan-Bahan Pembuat Kabel

Bahan-bahan penyusun kabel merupakan komponen penting yang membuat suara yang dihasilkan kabel berbeda-beda. Bahan penyusun kabel yang utama adalah tembaga, akan tetapi pada umumnya tembaga yang tersedia tidak murni. Memang kesulitan lainnya akan timbul apabila tembaga tersebut dalam bentuk murni, oleh karena akan mudah teroksidasi jika mendapat kontak dengan udara.

Untuk menghindarinya beberapa pabrik pembuat kabel membuat kabel yang diberi label OFC, atau Oxygen Free Cable. Apa maksud dari kabel ini, kabel ini memiliki pembungkus yang sangat baik sehingga oksigen tidak dapat masuk hingga ke bagian tengah kabel. Pernah melihat kabel speaker yang sudah berumur satu tahun dan berwarna hitam agak kehijauan, itu tandanya oksigen oksigen dapat masuk ke bagian tengah-tenggah kabel.

Pabrik lainnya untuk menghindari oksidasi, melapis tembaga dengan seng. Hanya saja suara yang dihasilkan sangat tajam dan suara tone rendahnya kurang, dan anehnya kabel ini memperkuat sinyal secara keseluruhan. Sehingga pada saat kita membaca meter yang ada di mixer sinyal naik hampir 40% lebih tinggi dibandingkan dengan kabel tembaga murni. Mungkin ini hanya pengalaman saya saja di lapangan, saya anjurkan anda mencobanya sendiri. Contoh kabel-kabel microphone yang berlapis seng adalah Klotz quad SQ422, Belden 8760, belden 8761, dll. Sedangkan untuk kabel speaker adalah Belden 8470. Hindari kabel-kabel ini untuk speaker-speaker yang berlebihan suara tingginya, demikian pula untuk stasiun radio FM, kerena mereka membutuhkan suara yang flat.

Penulis adalah pemilik Tujuh Konsultan dan Kontraltor Tata Suara. Beliau dapat dihubungi di nomor 0818225113, atau e-mail ke tujuh10@hotmail.com

Box Khusus :

Oksidasi
Mengapa kabel teroksidasi?
Tanda-tanda kabel yang teroksidasi adalah berwarna kehitaman atau kecoklat-coklatan, jika kabel sudah teroksidasi, maka suara yang dhasilkan akan bersuara buruk. elain itu oksidasi perlu diwaspadai, oleh karena kemapuan kontaknya menurun dan mengakibatkan arus yang melompat seperti konsleting. Hal ini terjadi oleh karena bagian kontak dari kabel terlapisi oleh permukaan kabel yang telah teroksidasi sehingga kabel tidak menempel dengan benar.



Sebaran Suara Tinggi Horizontal dan Vertikal
Sebelum kita menggantung speaker secara tidur, perlu kita ketahui bahwa setiap speaker, memiliki daya sebar yang berbeda antara vertikal dan horizontalnya. Apa yang membuat perbedaan kemampuan untuk speaker ini dapat menyebarkan suara? Jawabnya adalah suara tinggi, suara tinggi dapat dilemparkan cukup jauh maka ia membutuhkan energi yang terarah ke satu posisi. Bagaimana kita dapat mengarahkan energinya? Orang menciptakan corong untuk di depan komponen speaker yang menghasilkan suara tinggi, corong ini akan membuat suara tinggi menjadi terarah dan efektif hingga jarak tertentu ke satu posisi. Ingat saja corong Toa yang dipergunakan untuk mesjid ataupun untuk di pelataran parkir, kita dapat mendengar suara yang dihasilkannya dengan jelas hingga jarak ratusan meter. Yang harus kita ketahui adalah kejelasan pengucapan kata-kata justru ada pada suara tinggi. Itulah sebabnya banyak orang di dalam gereja tadi mendengar suara vokal yang jelas karena suara tinggi tidak terdengar dengan baik di area tersebut. Jadi belum tentu selalu kejelasan pengucapan kata-kata yang kurang jelas kita dengar dalam suatu ruangan diakibatkan karena pantulan di dalam ruangan atau akuistik ruangan yang buruk.
Sebaran suara tinggi akan menjadi efektif mengikuti derajat sudut sisi-sisi corong yang mengarahkan suara yang keluar dari komponen suara tinggi, semakin kecil derajat kemiringan sisi corong suara tinggi, suara tinggi akan semakin terarah ke satu area di depan speaker, dan mampu menembus jarak yang cukup jauh. Apa yang terutama harus kita perhatikan dari bentuk corong? Pada CD (constant directivity) horn dengan bentuknya yang kotak atau persegipanjang akan memiliki daya sebar yang berbeda antara tinggi corong dan lebarnya. Ini mengakibatkan kemampuan sebarannya menjadi berbeda antar sebaran vertikal dan horizontalnya. Sebagai contoh pada saat kita perhatikan spesifikasi corong speaker maka akan kita dapatkan angka-angka sudut corong, dari angka-angka derajat kemiringan tersebut dapat kita perkirakan kemampuan sebaran suara tinggi dari speaker tersebut. Pada umumnya ada derajat kemiringan yang ada adalah 90°x40°, 60°x40°, 120°x60°, ada juga yang 60°x60°, atau 80°x80° (angka yang paling depan menunjukkan sebaran horizontalnya dan angka berikutnya adalah sebaran vertikalnya).
Bagaimana hubungan sudut corong dengan kemampuan speaker melemparkan suara? Umumnya speaker yang mampu melempar suara cukup jauh akan memiliki derajat sudut corong yang sangat sempit sebagai contoh sudut horizontalnya 60° x sudut vertikalnya 40° atau bahkan lebih sempit lagi dari sudut ini. Sedangkan untuk speaker yang ditujukan untuk jarak dekat, akan memiliki derajat sudut corong yang lebar, misalnya 90° x 40°. Bagaimana pula dengan derajat sudut corong yang sama? Tentu saja Speaker ini memiliki kemampuan sebar yang sama antara vertikal dengan horizontalnya. Dan speaker jenis ini ditujukan untuk hanya mampu menyebarkan suaranya ke area yang sangat dekat saja.

Menjadi Sempit
Mengapa corong speaker apabila kita letakkan atau gantung atau kita letakkan secara tidur harus kita sesuaikan dengan posisi peletakan speaker? Ini disebabkan karena frekuensi tinggi hanya bisa untuk mencapai jarak yang cukup jauh apabila energinya terarah ke ke tempat yang kita inginkan, jika tidak terarah maka energi suara tinggi hanya dapat tersebar dalam jarak yang dekat saja. Agar sebaran suara speaker tetap seperti pada awalnya, kita harus menyesuaikan posisi corong dengan memutarnya sebanyak 90°. Corong speaker kita putar dengan maksud agar sebaran horizontalnya tetap menjadi sebaran horizontal pada saat kita menggantung atau menaruh speaker dalam posisi tidur. Jika kita biarkan corong pada posisi semula maka sudut sebaran horizontal akan menjadi sudut sebaran vertikal dan sebaliknya. Maka dari itu pada saat membeli speaker harap anda berhati-hati jika ingin membuatnya menjadi monitor atau untuk anda gantung secara tidur, perhatikan spesifikasi speaker tersebut apakah corong dapat kita putar atau tidak.
Suatu contoh menggantung secara tidur yang kurang baik adalah yang saya jumpai di GISI Kompol Maksum di Semarang, speaker yang mereka gantung adalah Audio Centron yang umurnya sudah 10 tahunan kurang lebih (sekarang sudah diperbaharui).



Speaker untuk berdiri di gantung tidur, horn menjadi tidak sesuai sebarannya.

Karena speaker ini bukan untuk digantuntg, maka untuk menggantungnya mereka membuatkan kandang untuk speaker ini dari rangka besi. Hanya saja yang tidak mereka pikirkan adalah speaker ini memiliki corong tidak dapat diputar 90° atau ¼ lingkaran. Apa akibatnya? Suara tinggi hanya terdengar di area tengah ruangan saja, dan di sisi kiri dan kanan kurang terdengar dengan baik, sedangkan dibagian tengah depan, jajaran bangku pertama hingga ke 3 tidak mendengar suara tinggi sama sekali.
Contoh lainnya adalah GKPB Fajar Pengharapan Satelit BTC di Bandung, di sana diangantung 4 buah speaker Behringer aktif secara tidur sebagai speaker delay.



Speaker dengan corong yang tidak dapat diputar



Posisi speaker tergantung 2 kiri dan 2 kanan, menjadi boros.

Karena box speaker ini terbuat dari plastic yang dicetak, dan corong suara tinggi speaker ini juga dicetak menjadi satu dengan boxnya. Karena digantung secara tidur, maka sebaran suara tingginya menjadi sangat sempit. Untuk menyiasatinya maka installer yang memasangnya menambahkan 2 buah speaker lagi di setiap sisi speaker pertama yang tergantung untuk menutupi kekurang lebaran penyebaran suara tinggi speaker ini. Agak boros memang, tetapi cukup efektif, mengapa saya katakan agak boros? Seharusnya speaker delay untuk ruangan ini cukup 2 buah saja jika corong speaker tersebut dapat kita putar.
Jadi berhati-hati sebelum menggantung atau menaruhnya secara tidur speaker sebaiknya kita teliti dulu beberapa permasalahan yang akan kita hadapi sebagai berikut :
1. Merencanakan ruangan dengan baik dan bekerja sama dengan arsitek, sehingga kita mengetahui di mana dan bagaimana kita dapat menggantung speaker.
2. Sebaiknya titik di mana kita akan menggantung speaker berada di titik pembagian lebar ruangan menjadi 3 bagian.
3. Bisa saja kita tempatkan di tengah ruangan asalkan yang kita gantung benar-benar speaker yang di desain untuk digantung tidur, dengan woofer di kiri dan kanan. Mengapa demikian di bagian berikutnya akan saya bahas.
4. Jika kita akan menggantung speaker yang didesain untuk dipasang berdiri, perhatikanlah apakah speaker tersebut bisa kita putar corongnya atau tidak untuk dapat kita gantung tidur.

Suara Kiri Dan Kanan Akan Berbeda
Ada masalah lain yang akan timbul pada saat kita menaruh speaker dengan posisi tidur, pada saat saya mencoba berjalan dari kiri ke arah kanan atau sebaliknya dari speaker yang saya gantung terbalik. Apa yang saya temukan akan menjadi sedikit kelemahan speaker yang didesain untuk berdiri tetapi kita taruh secara tidur, walaupun corongnya telah kita putar 90° atau ¼ lingkaran. Bagaimana hasil suara yang akan kita dengar? Apabila kita berjalan dari titik tengah speaker menjauhi corong ke arah woofer, suara tinggi akan terdengar cukup melebar. Akan tetapi sebaliknya jika kita berjalan dari titik tengah speaker menjauhi woofer ke arah yang terdapat corong maka sudut sebar suara tinggi sedikit tidak selebar ke seperti kita berjalan ke arah sisi yang terdapat woofernya. Ini fenomena yang menarik untuk kita perhatikan, rupanya woofer membantu mendorong frekuensi tinggi sehingga menjadi lebih melebar dan lebih jauh sedikit dibandingkan sisi yang tanpa woofer.
Untuk mengurangi gejala ini sebaiknya kita menggantung dua buah speaker di titik pembagian ruangan menjadi 3 bagian. Dengan bagian speaker yang memiliki corong selalu mengarah ke tengah ruangan. Ini ditujukan untuk membuat sebaran suara tinggi speaker menjadi merata ke seluruh bagian dan sudut ruangan.
Tentu saja pabrik speaker telah memahami gejala ini dan umumnya mereka membuat desain khusus untuk speaker yang akan kita gantung tidur. Corong akan diapit oleh 2 buah woofer sehingga sebaran suara ke kiri dan ke kanan speaker akan dihasilkan sama baiknya. Sebenarnya ini pula yang menjadi prinsip line array agar sebaran suara ke kiri dan ke kanan sama baik. Sebagai contoh speaker yang khusus di desain untuk langit-langit rendah dan digantung tidur adalah Turbosound TCS 40 atau TD Tai Chee TS, semua speaker ini di desain khusus untuk langit-langit yang rendah, seperti dibawah balkon misalnya atau ruangan dengan langit-langit dengan tinggi seperti ruko (3 hingga 4 meter) misalnya. Jika speaker dengan desain seperti ini kita gantung di ruangan yang cukup tinggi maka suara akan tersebar ke tempat-tempat yang tidak kita inginkan, seperti memantul ke dinding dan langit-langit ruangan. Ini disebabkan karena kemampuan speaker jenis ini untuk melemparkan suara hanya untuk jarak dekat dan melebar saja. Gejala ini dapat kita perkirakan dari desain corongnya yang umumnya memiliki derajat yang cukup lebar seperti 90°x40° atau ada pula yang hingga 120°x120°.

Tidak Perlu Kita Pusingkan Sebaran Suaranya
Jika permasalahan ini memusingkan bagi anda mungkin lebih baik kita menggunakan speaker yang tidak menggunakan corong saja. Contoh speaker yang tidak perlu kita perhatikan sudut sebaran suara tingginya jika kita ingin tidurkan adalah Tannoy, dengan ICT technologinya ia memiliki suara tinggi di bagian tengah conus woofernya. Ini mirip dengan speaker coaxial, hanya saja speaker coaxial ada juga yang memiliki corong. Pada kasus ini dapat kita terapkan pula pada speaker yang telah memiliki corong dengan sudut yang sama besar, seperti misalnya 120°x120°, 80°x80°, atau 60°x60°, sehingga kita tidak perlu memutar kembali corong speaker tersebut.

Kasus Pada Speaker Multi Fungsi
Saat ini di pasaran banyak sekali beredar speaker multi fungsi, dapat kita pergunakan sebagai speaker utama atau dapat pula kita perguankan sebagai monitor panggung. Boks-boks ini telah memiliki sisi miring yang jika speaker kita letakkan pada sisi miring tersebut speaker memiliki sudut yang tepat untuk dapat kita gunakan sebagai monitor panggung. Jika kita lupa mengubah letak corongnya maka sebaran speaker akan menjadi sangat sempit. Untuk pemain musik mungkin tidak terlalu mengganggu karena mereka tidak bergerak-gerak. Tetapi bagi seorang vokalis yang dinamis dan bergerak ke kiri dan ke kanan akan banyak mengganggu, atau mungkin juga untuk pemain musik yang mendengar monitor ini di posisi yang kurang menguntungkan.
Sebagai contoh JBL TR 125, seri JBL lama ini memperlihatkan fenomena ini, speaker ini memiliki sudut corong horizontal 90° x vertikal 40°. Apabila kita tidurkan dan kita ubah menjadi monitor panggung sudah suara tinggi speaker ini akan kurang luas terdengarnya. Jika kita bergerak ke arah kiri dan ke arah kanan dari bagian tengah speaker ini, kita akan mendengar sebaran suara tingginya menjadi sangat sempit. Sudut corongnya berubah menjadi horizontal 40° x vertikal 90°. Nah, yang suaranya menjadi tidak berbeda adalah apa bila kita berada di tengah sepaker dan kita mendengar dengan posisi jongkok dan berdiri. Saya rasa penyanyi yang dinamis akan bergerak ke kiri dan ke kanan, dan bukan jongkok dan berdiri... ha, ha, ha, kasian dia akalu harus jongkok dan berdiri saja. Sebagai akibatnya pada posisi tertentu dia tidak akan mendengar apa yang sedang ia nyanyikan karena suara tinggi berada di luar jangkauan telinganya, hanya suara bergumam saja yang ia dengar. Jangan kita sekali-kali membeli monitor panggung dengan corong yang di desain degnan bentuk persegi panjang yang tidak dapat kita putar pada saat kita jadikan monitor.

Jangan Salah Piilih
Saya sarankan agar kita tidak salah memilih jika kita ingin menggantung speaker secara tidur ataupun mengubahnya menjadi monitor. Perhatikanlah bentuk corong, apabila bentuknya persegi empat dengan ukuran panjang sisi-sisinya yang sama dan letak baut yang sama, kemungkinan besar speaker dengan bentuk ini dapat kita tidurkan dan dapat kita putar letak corongnya. Sekali lagi perhatikan juga apakah ada tempat untuk menempatkan eye bolt atau gantungan pada speaker, jangan berusaha untuk mengelas dan membuat rumah speaker tanpa bantuan orang yang mengerti betul apa yang harus ia perbuat.

Box Khusus :
Kiat-kiat membeli speaker untuk dapat kita digantung tidur atau menaruhnya secara tidur sebenarnya sangat sederhanya, kita hanya perlu memperhatikan bentuk corongnya, apabila corong suara tinggi berbentuk persegi panjang (Gambar 2.) maka speaker tidak dapat kita gantung tidur tentunya. Perhatikan kembali spesifikasi speaker sebelum kita membelinya, jangan melakukan hal yang kurang bijaksana dengan menggantung speaker yang bukan untuk digantung. Ini adalah pilihan yang keliru dan sangat membahayakan. Mengapa harus menggantung speaker yang bukan untuk digantung apabila dipasaran sekarang banyak sekali speaker yang memiliki fasilitas untuk digantung?
Bagaimana apabila speaker kita rasakan cocok untuk kita gantung tidur? Bagaimana cara memutar corongnya? Cara untuk memutarnya adalah sebagai berikut; beberapa jenis speaker harus kita buka terlebih dahulu gril atau plat besi berlubang-lubang penutup bagian depan speaker. Setelah itu lepaskanlah baut-baut corong, kemudian cukup kita putar 90° saja atau ¼ lingkaran agar corong tidak terbalik sudut sebaran suara tinggi horizontal dan vertikalnya. Untuk speaker seperti MCR M series, Tasso PS, Dan Nexo PS, berhati-hatilah karena baut-baut pengencang grill berada di bawah busa, jika busa terbelit baut dan kita teruskan busa dapat menjadi sobek. Untuk corong dengan sudut asimetris atau sudutnya tidak sama harus kita perhatikan pula mana bagian atas dan mana bagian bawahnya (contoh Nexo PS dan Audio Performance). Karena sebarannya sangat berbeda antara bagian atas dan bagian bawah corongnya.

diambil dari sebuah artikel orang yang berpengalaman dalam bidang, disini hanya membagikan untuk umum